KH. M. KAMAL YUSUF SERUKAN PERSATUAN UMAT PADA TABLIGH AKBAR DMI KECAMATAN JOHAR BARU
Jakarta, KBC - DMI (Dewan Masjid Indonesia) Cabang Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat menggelar tablig akbar rutin bulanan di Masjid Al Isra Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Jum'at (29/01) 2010. Acara yang digelar ba’da shalat Isya tersebut dihadiri oleh para pengurus DMI Cabang dan Ranting Johar Baru, MUI Kecamatan Johar Baru, FUHAB, KUA, dan Camat Johar Baru diwakilimoleh wakil lurah Johar Baru.. Kali ini tablig akbar yang rutin diadakan sebulan sekali ini menghadirkan KH. Kamal Yusuf dari Paseban.
KH. M. Kamal Yusuf dalam ceramahnya mengatakan, acara minal masjid ilal masjid yang digelar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cabang Kecamatan Johar Baru ini semoga bisa merekatkan ukhuwah Islamiyah yang selama ini telah terjalin dan semoga acara ini mendapatkan taufiq dan ridha Allah SWT. "Ini adalah salah satu cara bagaimana kita berusaha agar syiar Islam tetap berkembang, " ujar KH. Kamal Yusuf. Kemudian, katanya, kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh DMI Kecamatan Johar Baru seperti pelatihan memandikan jenazah, dan pelatihan khotib badal sholat Jum'at sangat positif dan dibutuhkan oleh umat. "Coba bayangkan bila sholat Jum'at kemudian khotibnya berhalangan dan tidak ada badalnya, bisa bubar sholat Jum'at, " katanya.
Dia menjelaskan, persatuan dan syiar Islam harus ditegakkan. Perlu juga ditanamkan di tengah-tengah umat Islam untuk menghargai perbedaan. Dengan menghargai perbedaan akan terjalin persatuan. "Kita harus menghargai perbedaan, selama sumbernya dari Qur'an dan hadis, kita berwudhu dan tata cara berwudhu itu dari Qur'an kemudian kita melakukan niat wudhu itu sumbernya dari hadis. Kemudian dijelaskan kembali oleh Imam Syafi'i berwudhu harus tertib jangan sampai terbalik urutannya, " tuturnya.
Saya mohon kepada umat Islam, lanjutnya, untuk memahami perbedaan tidak mencela dan mencari keburukan orang. Bila ada perselisihan jangan dijadikan perpecahan tapi damaikanlah orang yang berselisih antara kalian. Fahami perbedaan jangan saling mengolok satu kelompok dengan kelompok lain, sesama orang Islam jangan saling mencela. Jangan memanggil dengan julukan yang buruk. Ujarnya.
Sementara pada kesempatan tersebut Ketua Cabang DMI Kecamatan Johar Baru KH. AD Kusumah mengatakan, dengan kegiatan DMI yang rutin sebulan sekali ini semoga menjadi ajang silaturahmi umat khususnya antara umat, ulama dan umara. "Diharapkan antara ulama dan umara ada keterbukaan, jangan sampai ada suudzan antara ulama dan umara. Biasanya kalau ada masalah dengan umat ulama selalu disalahkan, itu juga sebagai beban. Mudah-mudahan DMI bisa menjalankan tugasnya itu, " ujarnya.
Sesungguhnya, lanjut AD Kusuma rumah Allah di muka bumi ini adalah masjid. Mari makmurkan masjid.
Wakil Lurah Johar Baru yang mewakili Camat Johar Baru Drs. Syamsudin mengatakan, ulama dan umara itu adalah satu kesatuan yang harus dijaga. Umara tanpa ulama tidak akan jalan, sebaliknya ulama tanpa umara jg tidak bisa berbuat apa-apa. Umara bertugas mensejahterakan umat, ulama yang membimbing umat ke jalan yang benar. Jakarta Nanang Qory melaporkan untuk Cakrabuanatv.com |