PENILAIAN LOMBA KAMPUNG BERSIH NARKOBA DIHADIRI TOKOH MASYARAKAT DAN WARGA TANAH TINGGI
Jakarta, KBC – Tim penilai lomba kampung bersih narkoba 2009 yang terdiri dari unsur Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta dan aparat Pemda DKI Jakarta datang mengunjungi dan melakukan penilaian di RW 06 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakartat Pusat, Senin (7/12). Dalam penilaian lomba kampung bersih ini turut dihadiri Kapolsek Johar Baru, Camat Johar Baru, Lurah Tanah Tinggi, Ketua RW 06 Tanah Tinggi, para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kelurahan Tanah Tinggi, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Johar Baru, kader anti narkoba RW 06 dan para ibu yang datang dari sekitar majelis taklim Kelurahan Tanah Tinggi.
Dalam paparannya di hadapan dewan juri, Ketua RW 06 Kelurahan Tanah Tinggi H. AD Kusumah mengatakan, Alhamdulillah wilayah kami terpilih mewakili Kelurahan Tanah Tinggi untuk lomba kampung bersih narkoba karena tingkat kasus narkobanya paling kecil dibanding wilayah lain di Kelurahan Tanah Tinggi. “Kami mencanangkan RW 06 sebagai wilayah yang Sosial dan Religi, tanpa memandang perbedaan suku, ras dan agama. Kami selalu bekerjasama antara tokoh masyarakat dan warga dalam berbagai kegiatan, di antaranya kerja bakti yang rutin diadakan satu bulan dua kali, ” ujar H. AD. Kusumah. Dalam perjalanannya, lanjut H. AD. Kusuma wilayah kami pernah mendapatkan penghargaan Adipura. “Ya kalau niat kita ikhlas, Insya Allah kita akan dihargai setinggi-tingginya. ” tutur H. AD Kusumah.
Dalam upaya kami memberantas dan meminimalkan jumlah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah RW 06 kami coba adakan secara rutin pengajian dialog interaktif. Kami mengundang para pengurus wilayah dan para pemuda untuk menghadirinya. Di samping itu kegiatan lainnya juga seperti pertandingan olahraga. Alhamdulillah ada keberhasilan.
Pada kesempatan tersebut, Munif, seorang warga RT 011/06 yang mantan pecandu narkoba mengatakan, saya ingin berbagi pengalaman kepada para hadirin di sini agar pengalaman saya ini jangan ditiru oleh para hadirin. “Memang saya sudah insyaf dan tidak memakai narkoba lagi sejak lima tahun lalu. Awalnya dulu coba yang ringan-ringan dari merokok sampai mencoba yang berat seperti ganja, ekstasi, shabu-shabu. Saya lakukan kurang lebih selama sepuluh tahun saya menjadi pecandu. Tapi lama-lama saya jadi capai juga terus mikir juga bagaimana caranya berhenti dari kecanduan, ” ujarnya Munif. Saya coba hijrah ke luar kota menjauhi teman-teman lingkungan di sini. Setahun dua tahun balik lagi ke sini, tapi lagi-lagi terpengaruh oleh teman-teman saya, terus pakai lagi kemudian hijrah lagi dan akhirnya alhamdulillah sampai bisa berhenti dari kecanduan setelah ikut menghadiri pengajian yang diadakan oleh pengurus RW 06 secara rutin.
Djaelani, salah seorang anggota dewan juri penilai lomba bersih kampung narkoba ketika dimintai keterangannya menjelaskan, kami menghargai berbagai kreativitas warga RW 06 untuk memerangi bahaya narkoba agar tidak ada yang menjadi korbannya. Kreativitas dari warga itu sebagai alat penunjang memerangi narkoba. Semoga kreativitas yang diadakan berupa majelis taklim, kegiatan para remaja warga sekitar menjadi satu sinergi melaksanakan bagaimana mensosialisasikan bahaya narkoba agar terhindar dari bahayanya.
Wakil Lurah Tanah Tinggi Drs. Ali Asiq Muhammad yang mewakili Lurah Tanah Tinggi mengatakan, kami segenap warga mendukung RW 06 untuk maju mewakili Kelurahan Tanah Tinggi. Dukungan kami merata dari seluruh pengurus RW yang ada di Kelurahan Tanah Tinggi. (tim KBC)
|