PONDOK PESANTREN DARUL HUSAINI AL BANTANI
MENCETAK INSAN MANDIRI

Jakarta, Cakrabuananews – Pondok Pesantren Darul Husaini Al Bantani (Madani) berlokasi di Jl. Gempol Raya No. 126, Tangerang. Mengambil jarak tempuh sekitar satu setengah jam dari pusat kota Jakarta. Ponpes Darul Husaini didirikan pada 1999 oleh KH. Drs. Sofyan Rosada, MBa.

Awal berdirinya Ponpes Darul Husaini mendiami sebuah tempat yang sangat sederhana meminjam lokasi dari warga setempat dengan hanya beberapa orang santri saja, hal ini berlangsung hingga dua tahun lamanya yaitu sejak 1999 hingga 2001. “Awal mulanya kami meminjam lokasi warga setempat yang luasnya sekitar 100 m, itu pun hanya berupa gubuk yang terdiri dari bilik, papan dan bertiangkan bambu, ” tutur KH. Sofyan.

Kemudian, katanya setelah dua tahun baru kami memulai pembangunan Pondok Pesantren Darul Husaini Al Bantani bertahap sehingga seperti terlihat sekarang ini. Pondok Pesantren Darul Husaini Al Bantani terdiri dari Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) dan para santri yang bermukim untuk belajar ilmu agama, salafiah (Nahwu/sharaf), dan Majelis Dzikir Nur-El Basmalah yang diadakan untuk warga sekitar.

KH. Drs. Sofyan Rosada, MBa yang lulusan IAIN Sunan Gunung Jati menjelaskan, kepada para santri kami memberikan materi kajian-kajian salafiah / kitab kuning kepada para santri kami. Dimulai dengan taklim Subuh, Dzuhur dan Isya dengan para pengajar yang 99 persennya adalah alumni dari Ponpes Darul Husaini juga.

“Selain itu, kami membekali para santri dengan semangat usaha mandiri yang berbasiskan manajemen dakwah, manajemen masjid serta latihan-latihan keterampilan ketenaga kerjaan untuk bekal masa depan mereka. Malah santri kami pernah menjadi yang terbaik se Banten pada lomba keterampilan tenaga kerja santri se Banten ” ungkap KH. Sofyan yang berputrakan tiga orang Sawabiyah Wida Hani, Zakiyah Nursyahadah dan M. Riziq Fawaz Muntaha.

Kami juga memberikan pelatihan para santri berupa agro bisnis, MLM, dan usaha konvensional. Sudah ada beberapa santri alumni Darul Husaini yang membuka usaha sendiri seperti membuka bengkel. Kami juga, katanya berusaha menjalin kemitraan dengan pihak luar Ponpes untuk menunjang kemandirian para santri. “Apa yang kita dapat dari luar akan kita diskusikan di Pondok Pesantren, ” ungkap KH. Sofyan yang beristerikan Hj. Siti Hamidah.

Harapan saya, kata KH Sofyan adalah agar para santri menjadi insan yang mandiri dan mencontohkan ketakqwaan dan bermanfaat untuk masyarakat, dengan sendirinya nanti masyarakat akan mengetahui kalau orang tersebut adalah lulusan dari Pondok Pesantren Darul Husaini Al Bantani.

Kami juga turut bergabung dan berperan aktif dalam keanggotaan organisasi Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP). Manfaat bergabung dengan FSPP sendiri seperti ketika ada bantuan dari pemerintah dikordinasikan dengan FSPP.

Adapun syarat untuk menjadi santri Pondok Pesantren Darul Husaini adalah mendapat ijin dari orang tua kemudian kami anjurkan kepada yang bersangkutan untuk melakukan puasa tiga hari tidak lain agar dia jiwanya bisa menyatu dengan lingkungan pesantren, tidak ada biaya untuk menjadi santri Pondok Pesantren Darul Husaini dan yang terpenting adalah kami akan test kemampusan membaca Al Quran. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi santri, KH. Sofyan mengatakan, kami tidak punya target waktu. Tergantung semangat dari santri tersebut.

Sementara itu Jamhari, SE seorang santri senior yang telah lima tahun mengikuti proses belajar mengajar di Ponpes Darul Husaini mengatakan, saya bersyukur dapat banyak mengenyam pendidikan ilmu agama di sini. Saya mendapatkan banyak ilmu di sini. “Bagi kami KH. Drs. Sofyan adalah guru kami yang patut kami tauladani. Beliau telah membimbing kami. Kami belajar menghadapi tantangan dan membangkitkan motivasi hidup kami, ” tutur Jamhari.

Tangerang, Nanang Qory dan Imam Bukhary melaporkan untuk Cakrabuanatv.com