K.H. AD KUSUMAH: BELAJAR DARI LEBAH DAN SEMUT HITAM
Hikmah Puasa Dan Dalam Kehidupan Sehari –hari
Jakarta, KBC - Puasa adalah bulan solidaritas sosial, pada bulan ini tidak ada lagi perbedaan antara kaya dan miskin, mereka sama-sama merasakan lapar. Kalau selama ini kita dapati hanya orang miskin yang merasakan lapar, maka pada bulan Ramadhan ini semua orang tanpa harus melihat strata social ibadah puasa ini harus dikerjakan. Hal itu dikatakan KH. AD. Kusumah pada ceramah Ramadhan di Masjid Nurul Muslimin, Jalan Kampung Rawa, Jakarta Pusat, Ahad (14/9).
Ia juga mencontohkan, semut hitam dan Lebah. Keduanya memiliki kesamaan mampu menggalang soldaritas antar sesamanya dan saling bantu membantu. Bulan Puasa ini bisa dijadikan motivasi bagi masyarakat yang berpunya atau agniya untuk membangkitkan rasa solidaritasnya dengan kelompok masyarakat yang kurang diuntungkan. Aktivitas ini juga bukan hanya bersifat temporer saja pada bulan Ramadhan, tapi juga bisa diterapkan pada bulan-bulan lainnya.
“Mari kita lihat semut hitam dan lebah, binatang yang mampu menggalang solidaritasnya. Kalau semut saling berbagi dengan sesamanya, maka kalau lebah apabila didzhalimi mereka akan mengejar dan mencari siapa yang melakukan tindakan itu.
Dijelaskannya, pada bulan Ramadhan ini sudah saatnya kita harus membangun solidaritas sosial, sebab pada hari –hari biasa kita temukan saudara kita yang kurang beruntung nasibnya terkadang untuk memenuhi sejengkal perutnya agak sulit dan mereka merasakan lapar. Maka, dengan shaum ini kita saling berbagi rasa dengan penderitaan yang dialami mereka.
Dapat kita simpulkan dan belajar dari kelebihan yang dimiliki lebah dan semut hitam, apabila mereka belum memiliki dan mendapatkan makanan mereka bersama–sama mencari kemudian bila sudah dapat mereka makan bersama–sama, itulah semut hitam. Lebah, mereka memiliki penyengat. Binatang ini memiliki kepekaan dan kekompakan, apabila satu diganggu maka lebah–lebah lainnya akan mengejarnya terhadap pelaku yang mendzhaliminya.
|